Again and Again?

Kebiasaan aku tiap weekend itu buka Twitter jam 10-an. Biasa jam segitu udah banyak kejadian soalnya. Aku juga nge-follow account Twitter @TEMPOUpdate di Twitter. Biasa sih berita yang aku liat itu korupsi lah, artis ini ngapain lah, dan semacam itu. Tapi hari ini ada satu berita di timeline aku yang bener-bener nusuk.

“Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Kepunton Solo.” (full story di sini)

Pas liat headline ini, aku langsung blank, jujur. Banyak banget yang pengen aku tweet buat reply kejadian ini, terutama pengen banget maki-maki pelakunya dan siapapun yang ngatur kejadiannya. Akhirnya, aku nge-RT headline ini dengan tambahan kalimat : “Kenapa mesti ada kejadian ini lagi sih?” *sigh*”

Iya, itu yang aku pikirin. Kenapa mesti ada kejadian semacam ini lagi? Kapan Indonesia bebas dari diskriminasi agama? Kenapa orang yang berhak untuk beribadah malah dibom?

Waktu speech contest di SMAK 3 hari Rabu kemaren, issue diskriminasi itu salah satu issue yang aku angkat dan aku cari pemecahannya. Kenapa? Soalnya issue ini mungkin gak mendominasi headlines kayak korupsi dan kawan-kawannya itu, tapi issue ini sebenernya salah satu issue yang kalo dibiarin bakal menghancurkan negeri kita ini. Aku juga udah beberapa kali ngangkat issue ini sebenernya dan tiap kali aku ngomong soal toleransi dan diskriminasi, aku selalu bilang : “Dari awal mula negara ini ada, orang-orang udah saling mentolerir satu sama lain, saling menghargai perbedaan. Kalo dulu kita bisa begitu, kenapa kita mesti berhenti sekarang?”

Habis headline ini mulai muncul di timeline, temen aku Jason a.k.a Jeka nge-tweet : “Sampai kapan ada yang bisa hapus diskriminasi?” The truth is, kita semua bisa ngehapus diskriminasi. We are all agents of change. Kita bisa mulai dengan gak ngebeda-bedain orang berdasarkan SARA. Oh please, emang SARA itu menentukan seseorang jahat atau baik ya? Enggak kan? Karena semua suku dan agama pasti ngajarin nilai-nilai yang baik. Satu lagi adalah jangan nge-bully orang hanya karena nilai-nilai yang mereka anggap benar itu beda sama kita. Salah satu temen baru aku yang menang di speech contest SMAK 3 waktu itu, Karissa pernah bilang : “Being different is good, because if everyone thinks the same way, there will be no innovation, won’t there?” Dan aku setuju banget sama dia. Kalo gak ada orang yang pernah berpikiran lain dari yang lain, kita gak bakal ada listrik, gak kenal yang namanya internet, dan semacam itu. Yang terutama, kalau semua orang, terutama di Indonesia sama, apa bedanya negara kita sama negara lain? Kalo kita gak punya keanekaragaman suku sama agama, apa keunikan kita? So being different is good, and someone who’s different should be respected for they are the ones that color the world.

Satu lagi, orang” yang diskriminatif itu sebenernya lebih baik jangan dimaki-maki. Ada pepatah yang intinya gini : orang yang nyolotin orang lain itu bakal lebih seneng kalo kita ikutan panas dan balas nyolotin dia. Lawan orang” itu dengan cara menghargai perbedaan. Buktiin kalo saat Indonesia bersatu, kita kuat banget dan gak ada orang” manapun yang pengen mecah” nih bangsa yang bakal bisa ngelakuin itu. Yang paling utama, ketika kita saling menghargai, kita bisa mencegah kejadian kayak hari ini terulang lagi di masa depan. Dan sebenernya, saat kita ngelakuin itu, kita udah jadi superhero lho. Ya! Gak perlu kekuatan super kok buat jadi penyelamat bangsa.

Together we can, for a better Indonesia. πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Again and Again?

  1. Gw emg sempet nge-tweet kayak gitu karena sebel banget, dan emg bener menghapus diskriminasi bisa dimulai dari diri kita sendiri…. Tapi maksud gw lebih dari itu. Indo butuh seorang aktivis yang mungkin bisa menegakan HAM dan menghapus diskriminasi SARA di Indonesia…

    Btw, blog lu manteb mer !!! Meri emg bakat menulis nih… Hahaha…

    Like

    1. Iya sihh… benernya banyak aktivis gitu cmn yaaah… blm terlalu noticed aja sepertinya. πŸ™‚

      Thx, Jek! Website km jg keren! πŸ˜€

      Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s